Kuda Untuk Mengasilkan Susu

Kuda liar Sumbawa (dikenal susu kuda liar)

Susu kuda Sumbawa ialah istilah gres pengganti sebutan ‘susu kuda liar’. Gara-gara nama itu sering dipertanyakan; yakni jikalau memang liar bagaimana hingga sanggup diperah susunya?

Penggantian istilah itu konon juga merupakan saran dari pihak Departemen Kesehatan, dalam hal ini Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) untuk menghindari kerancuan.


Sebenarnya, terperinci Ridwan, maksud dari kata ‘liar’ ialah sebab kuda yang diperah susunya ini, mencari makan sendiri secara liar sepanjang siang hari, kendati malamnya dikandangkan.

Menurut peneliti utama pada Puslitbang Gizi Depkes RI Dr Hermana MSc APU, susu kuda, termasuk susu kuda Sumbawa, lebih cocok dikonsumsi bayi, sebab komposisi kandungan gizinya sangat mendekati air susu ibu (ASI).

Kadar casein, laktosa, lemak, protein, dan mineral, serta komposisi asam lemaknya pun terdiri dari asam lemak rantai pendek yang gampang diserap.

 Susu kuda Sumbawa ialah istilah gres pengganti sebutan  KUDA UNTUK MENGASILKAN SUSU
“Sebenarnya, dilihat dari komposisinya, tidak ada keistimewaan susu kuda dibandingkan susu lain,” tambahnya. Tetapi, pada laporan FAO disebutkan susu kuda lebih cocok diberikan pada bayi dibandingkan susu sapi, sebab kemiripan komposisi zat gizi susu kuda dengan ASI. Susu sapi segar, katanya, tidak cocok bagi bayi sebab kandungan casein-nya tinggi, dan akan menggumpal di dalam perut bayi sehingga sulit dicerna.

Sedangkan proses fermentasi pada susu kuda liar, ujarnya, ialah mengubah laktosa menjadi asam. “Terjadi perubahan komponen menjadi asam lemak yang berfungsi melancarkan pencernaan. Proses fermentasi juga menghindari penggumpalan protein.”

Hermana mengingatkan untuk memperhatikan proses fermentasi sebab kuman pembusuk ada dimana-mana, contohnya dari tangan orang yang memeras atau dari puting susu kuda. Bakteri pembusuk ini menjadikan susu yang pagi hari diperah, sore harinya sudah busuk. Karena itu produk fermentasi sebaiknya dipasteurisasi, atau diproses UHT (ultra high temperature). Pasteurisasi, tambahnya, juga berfungsi menghilangkan kuman TBC. (EV/V-2)

Dari observasi lapangan Dr. Diana, susu kuda liar atau susu kuda Sumbawa yang dipromosikannya ini berasal dari kuda yang dipelihara secara ekstensif (liar) di hutan, gunung dan padang rumput di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu di kabupaten Sumbawa, Bima, dan Dompu yang karenanya disebut sebagai susu kuda Sumbawa. Artinya, kuda ini mencari pakannya sendiri atau dipelihara dengan umbaran sama halnya dengan peliharaan ayam kampung yang banyak kita temui di aneka macam wilayah di Indonesia. Untuk pemerahan dilakukan setelah kuda dikandangkan yang pulang setiap sore hari, jadi bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan pemerahan k

Susu kuda Sumbawa memiliki keistimewaan yaitu tidak mengalami penggumpalan dan kerusakan meskipun tidak dipasteurisasi dan tanpa diberi materi pengawet apapun, serta tahan disimpan pada suhu kamar hingga 5 bulan. Sifat ini memberi petunjuk bahwa dalam susu kuda Sumbawa terkandung zat yang sanggup menghambat pertumbuhan atau membunuh kuman yang diduga senyawa antimikroba alami.

0 Response to "Kuda Untuk Mengasilkan Susu"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel